Masuk

Ingat Saya

TERORISME DAN HAK ASASI MANUSIA

Indonesia merupakan negara yang berlandaskan atas hukum. Hal ini tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Negara yang mengakui dirinya sebagai negara hukum diharuskan untuk menjalani segala sisi kehidupan negara dengan proses penegakan hukum yang baik, jika proses penegakan hukumnya baik maka nilai keadilan dan kebenaran pasti akan terwujud. Negara yang mengaku sebagai negara hukum, juga harus senantiasa melindungi seluruh warga negaranya. Perlindungan ini bertujuan agar warga negara bebas dari rasa cemas, takut dan was-was akibat adanya ancaman. Hal-hal semacam ini merupakan sebagian kecil dari perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. HAM adalah hak manusia yang diperoleh sejak masih berada dalam kandungan seorang ibu. Hak ini mengharuskan agar setiap orang menghormatinya.

Di Indonesia, HAM mendapat perhatian serius dalam proses penegakannya. Dalam UUD 1945 sendiri, HAM diatur di dalam Pasal 28, Pasal 28A – Pasal 28 J. Hal ini menunjukan ada begitu banyaknya nilai atau unsur di dalam HAM yang harus dijamin perlindungannya oleh negara. Akan tetapi, manusia kadang lupa; ketika kita menuntut hak kita, kita juga mempunyai apa yang disebut dengan kewajiban. Dalam konteks ini, apabila kita menuntut HAM kita terjaga dan dihormati, maka di satu sisi kita pun berkewajiban untuk menjaga dan menghormati HAM dari orang lain. Apabila kita selalu menanamkan nilai seperti ini, maka akan tercipta kehidupan Negara Indonesia yang rukun, aman dan harmonis.

Berkaitan dengan terorisme, saya secara pribadi menyebutnya sebagai suatu tindakan keji dan merupakan sebuah kejahatan luar biasa dan patut dijadikan sebagai musuh dunia. Perbuatan terorisme tidak dapat ditolerir, dengan adanya tindakan tersebut sudah sangat meresahkan umat manusia. Para teroris kebanyakan memakai agama sebagai tameng agar mereka dapat dibenarkan; sebuah pemikiran yang menyedihkan. Tidak ada satu agamapun didunia ini yang mengajarkan kebencian kepada para pemeluknya, apalagi mengajarkan untuk saling membunuh. Oleh karena itu, tidak ada alasan apapun yang dapt dibenarkan dari suatu perbuatan terorisme untuk dapat menghindar dari hukuman.

Tugas kita sebagai bangsa Indonesia; bangsa yang menjunjung tinggi KeTuhanan dan keadilan serta kemanusiaan, mencita-citakan persatuan, menjunjung hak-hak asasi manusia adalah menjaga, dimulai dari diri sendiri; dengan meningkatkan nilai keagaman dan keimanan kita kepada Tuhan. hindarilah pemahaman yang sempit terhadap nilai-nilai agama dan kita tidak harus menjadi sedemikian fanatik terhadap agama yang kita anut, melainkan harus merasa bahwa agama merupakan sarana umat manusia menju Tuhan yang kita yakini sebagai yang Esa. Kemudian, kita mulai untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada segenap bangsa Indonesia, agar supaya muncul rasa sebagai suatu keluarga besar, sebagai suatu kesatuan dalam perbedaan dalam naungan NKRI. Jika kita kuat, maka pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar yang terus meners merongrong kita, kita yakin tidak dapat sedikitpun mempengaruhi kita.

Perangilah terorisme, dengan memperkuat nilai moral dan adat budaya nenek moyang kita, yang begitu menghormati dan saling mengasihi diantara sesama.

#DamaiDalamSumpahPemuda

Dengan